Sekdes-Dilatih-Administrasi-1 Pemerintah Kabupaten Grobogan kembali menggelar sosialisasi dan pelatihan pengelolaan kearsipan guna menunjang pengetahuan dan ketrampilan pengelolaan kearsipan di gedung SKB dan PGRI, beberapa waktu lalu. Kali ini yang menjadapatkan pelatihan adalah 273 sekdes, 1.092 kepala urusan desa dan 273 sekertaris BPD.

Kabag Pemdes Setda Grobogan Anang Arminanto, S.Sos,M.Si mengatakan, tujuan diadakan pelatihan adminsitrasi dan arsip adalah untuk memberikan administrasi yang baik di pemerintah desa. Pelatihan administrasi juga sebagai salah satu upaya bersama dalam memahami arti pentingnya arsip atau dokumen bagi pemerintah daerah di era otonomi daerah.

”Sekaligus wahana menyatukan persepsi menyelaraskan tindakan operasional. Sehingga dapat memahamkan konsep dan praktek dari program kearsipan yang ada di setiap desa dan kelurahan. Selaku ujung tombak pemerintahan, guna mendukung terciptanya tertib administrasi,” katanya.

Anang mengatakan bahwa pelaksanaan penyatuan persepsi adminitrasi ini sesuai dengan Perbup. Nomor 10 tahun 2011 tentang administrasi desa, dimana setiap perangkat desa yang menjalankan pemerintahan pedesaan harus bisa administrasi dengan benar.

”Diharapkan dengan pelatihan ini, sekdes, kepala kaur desa dan sekretaris BPD bisa melaksanakan adminitrasi yang baik, benar dan sesuai dengan peraturan yang ada. Mereka juga harus menyelaraskan semua adminitrasi sesuai dengan Perbup yang ada. Karena selama ini, belum dilaksanakan dengan optimal,” paparnya.

Untuk menunjang pelaksanaanya, Pemkab Grobogan juga memberikan pedoman administrasi kepada setiap desa dengan 30-an judul buku. Materi yang diajarkan ke peserta berupa adminitrasi keuangan desa, admintrasi pembangunan desa, dan admintrasi kependudukan desa. Hal itu, untuk menjadikan pemerintahan desa (pemdes) bisa lebih baik dan bisa membentuk pemerintah desa mandiri.

”Melalui metode evaluasi pembinaan yang meliputi pengendalian arsip dan penyusunan arsip, kemudian monitoring dan evaluasi pelaporan yang meliputi hasil evaluasi pembinaan dan hasil monitoring, diharapkan pula akan tercipta pembinaan terpadu dan menyeluruh. Tujuannya, Agar sistem kearsipan dapat terwujud di semua unit kerja, sehingga arsip dimaksud dapat diselamatkan dan dapat digunakan sebagai bahan bukti pertanggungjawaban,”terang dia.

Sementara itu, pelaksanaan pelatihan dilakukan tiga gelombang dengan waktu 18 hari. Gelombang pertama diikuti oleh Kecamatan Purwodadi, Toroh, Gubug, Pulokulon, Kradenan dan Gabus. Sedangkan gelombang kedua diikuti Kecamatan Klambu, Godong, Karangayung, Geyer, Tawangharjo dan Wirosari. Dan untuk gelombang ketiga diikuti oleh Kecamatan Brati, Grobogan, Penawangm Ngaringan, Tanggungharjo, Tegowanu dan Kedungjati. (nir)